Cara Bernapas Saat Lomba Lari Rintangan (Obstacle Race)

images

Tips Bernapas Saat Berlari  (FindATeamMate)

Penulis: Krispen Vegi

Obstacle race atau lari rintangan walau bagaimanapun bentuk modifikasinya, merupakan olahraga yang sangat membutuhkan persiapan secara menyeluruh. Selain persiapan fisik, lari rintangan juga membutuhkan persiapan mental yang matang. Namun, perlu diingat bahwa berlatih untuk lari rintangan bukan semata-mata untuk mengejar podium atau titik finish, tetapi untuk menjadikan tubuh lebih sehat.

Dengan demikian, diperlukan berlatih secara terus-menerus. Gerakan-gerakan yang dilatih pun sebenarnya adalah seninya berlatih. Ketika rajin latihan, Anda juga bisa mendapatkan ide-ide baru sehingga dapat memodifikasi setiap gerakan. Jadi, Anda dapat merasakan latihan dengan menikmatinya, tidak bosan, dan lebih bersemangat.

Karena persiapan fisik dilakukan dengan work of the day, maka cara bernapas menjadi hal yang krusial. Latihan napas agar mampu menjalani lari rintangan sebaiknya dilakukan secara rutin atau daily workout yang harus kita lakukan. Karena, pernapasan selalu menyertai kita saat kita beraktifitas. Latihan pernapasan dapat dilakukan dengan meditasi atau pun relaksasi.

Dua cara bernapas yang mudah dilakukan kapan pun dan di mana pun, yaitu bernapas dari hidung dan bernapas dari mulut. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Ketika memulai bernapas dari hidung, tarik napas mendalam dari hidung yang kemudian dimasukkan ke diafragma. Tahan napas dalam lima hingga sepuluh menit, kemudian keluarkan napas melalui mulut, secara perlahan.

Cara pernapasan yang kedua ialah dari mulut. Pertama-tama, hiruplah udara yang ditarik dari mulut dengan tujuan untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Lalu, tahan napas selama tiga hingga lima detik, dan buanglah napas secara perlahan. Bernapas melalui mulut dapat dilakukan dengan cepat maupun perlahan, tergantung dengan kecepatan berlari. Jika Anda berlari sangat cepat, maka lakukanlah bernapas melalui mulut dengan tempo yang cepat.

Ketika Anda sedang berlari, sebaiknya Anda melakukan pernapasan dari mulut dibandingkan dari hidung. Karena, gerakan yang termasuk pada kategori workout akan jauh lebih banyak menguras oksigen. Kemudian, latihan yang sifatnya berat juga membutuhkan banyak oksigen dibandingkan latihan yang bersifat ringan. Sehingga, jika cara bernapas Anda baik, maka workout akan berjalan lancar tanpa merasa sesak pada bagian dada karena kekurangan oksigen.

Lari rintangan berisi rangkaian kegiatan yang panjang. Jadi, selain mengatur pola latihan fisik, Anda sebaiknya dapat menjaga pola makan dan pola istirahat. Asupan nutrisi makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita berperan aktif sebagai energi. Apabila pola makan tidak baik dengan memakan makanan dan minuman yang tidak sehat, maka tubuh akan mudah dikunjungi virus dan menyebabkan penyakit. Bagaikan mobil yang tidak diisi dengan bensin yang tepat, begitu pula tubuh ketika tidak diberikan asupan nutrisi baik.

Pola istirahat juga sangat penting sebagai pertahanan diri ketika menjalani lari rintangan. Apabila pola istirahat tidak dijalani secara teratur, maka tubuh akan mudah lelah. Tak jarang atlet yang mengalami drop di area perlombaan hanya karena salah pada pola istirahat. Bila diibaratkan dengan mobil, tiba-tiba mesin mati saat di tengah perjalanan penting. Akan sangat bahaya apabila kita tidak dapat menjaga pola istirahat, pola makan, dan pola istirahat dengan tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s