Kuatkan Mental Untuk Lari Rintangan

Oleh: Krispen Vegi

Persiapan fisik yang kuat adalah pondasi utama untuk bisa mengikuti obstacle race. Tetapi, hal lain yang tak kalah penting dari persiapan fisik ialah mental. Pasalnya, mental dapat menjadi senjata untuk Anda bisa bertahan selama menjalani lari rintangan di Mud Warrior nanti. Namun, tak usah terlalu cemas karena tak perlu mental yang seperti baja.

lat-indspartan-2

Latihan Indonesian Spartan Jelang #MudWarriorSentul (Foto: Krispen)

Mental dapat terlatih dari berbagai situasi dan kondisi di sekitar area obstacle race. Misalnya, situasi mencekam kala hujan lebat. Maka, setidaknya Anda harus terbiasa bersahabat dengan kondisi seperti itu. Bagaimana caranya?

Well, ketika menjalani serangkaian latihan fisik sebelum hari pelaksanaan Mud Warrior di Sentul, ada kalanya turun hujan dan tubuh Anda merasa malas untuk melanjutkan latihan tersebut karena takut jatuh sakit. Namun ternyata, ketika Anda menerjang hujan lebat untuk tetap berlatih, tubuh akan semakin kuat menerpa hujan. Mental dari dalam diri Anda pun menjadi semakin yakin bahwa aktivitas outdoor dan hujan bukanlah suatu masalah.

Ada berbagai tahapan untuk mencatai mental yang kuat. Pertama, Anda sebaiknya menjalani serangkaian latihan mulai dari latihan fleksibilitas, stabilisasi, cardio, dan endurance. Selanjutnya, lakukan latihan strength secara bertahap. Lakukanlah smart training dengan menguatkan pondasi yang dilatih dari berbagai fase latihan tersebut karena jika tidak, tubuh Anda akan rentan mengalami cidera pada otot.

Detil rintangan yang akan muncul ketika obstacle race juga tidak kita ketahui sebelumnya. Maka untuk persiapannya, melatih skill obstacle sangatlah krusial. Jangan lupa untuk mengaktivasi semua otot untuk menghadapi berbagai obstacle. Lalu, naikkan performa Anda dengan speed yang meningkat.

Latihan speed dibutuhkan karena pada ajang lari rintangan, ada waktu yang terus berjalan. Seperti pertandingan lainnya, siapa yang lebih dahulu mencapai podium maka dia lah pemenangnya. Speed sangat berpengaruh pada power dan mencakup kelincahan kita.

Selanjutnya, jangan membiasakan diri untuk terus berada di zona aman. Anda perlu meningkatkan kesulitan latihan dengan bermain pada hard rate hingga di 90% denyut nadi. Ingat 90% ya, bukan 100%.

Mengapa 90%? Karena tubuh tidak akan mampu untuk mencapai 100%. Jangan pula memaksakan ke 90% yang awalnya tubuh Anda hanya mampu bertahan di 60%. Anda harus menaikkannya secara perlahan, misalnya naikkan 5—10% per minggunya. Memang sangat tidak mudah untuk mencapai rate 90%, namun jika dijalani dengan sungguh-sungguh, Anda dapat push the limit hingga 90% dan power Anda bisa pada puncaknya.

Mental yang kuat dapat membantu komunikasi dan koordinasi antara mental dengan fisik. Jadi Anda akan paham, kapan saatnya speed dan kapan saatnya mengurangi tempo. Hal tersebut dapat dibangun ketika rutin berlatih dan sering menghadapi sutuasi latihan yang cukup sulit. Karena me-manage tubuh ketika obstacle race itu sangat tidak mudah.

Hal yang paling penting adalah aktivasi otot pada seluruh bagian tubuh dan yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu. Ketika mental bagus, maka Anda dapat break the point. Latihan dalam tekanan tinggi pun kerap kali dapat membuat mental Anda terbangun dengan sendirinya. Dengan demikian, Anda akan siap menghadapi kondisi yang sulit. Persiapkanlah diri Anda!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s